Hidup ini sebuah perjalanan
Kamis, 27 Desember 2007
Hari ini ... menjelang akhir tahun, biasanya aku suka merenung sendiri. Dan itu udah aku mulai tadi pagi. Setelah perjalanan singkat naik KRL AC Bintaro-Sudirman bareng sama Bang Rizali, akhirnya kami berpisah di depan stasiun Dukuh Atas. Dia naik Metromini. Aku jalan kaki. Menikmati pagi yang cerah tapi nggak panas.
Aku jalan kaki sendirian, sambil melamun ke sana ke mari. Melamun teman yang 'jauh'...dan melamun yang 'dekat'. Asyiiiik juga...
Lalu kepikiran, kenapa perjalanan itu nggak aku tulis dalam satu Blog tersendiri. Aku bisa lebih bebas berekspresi, bisa dalam bentuk cerpen, bisa juga dalam bentuk puisi - kalau aku lagi kehabisan kata-kata.
Dan tadi di kantor, aku sempat buka-buka file lama. Ada beberapa cerpen yang belum dipublikasi. Aku pikir, karena itu adalah bagian dari perjalanan hidupku, maka akan aku posting di ruang ini. Barangkali ini sisi lain lagi dari diriku. Semua catatanku di masa lalu, yang bahasanya jadul ataupun yang gaul seperti bahasa masa kini bisa mendapat tempat di sini tanpa aku harus merasa sungkan atau terbatas pada koridor birokrasi.
Okelah...nanti setelah makan siang, aku akan posting cerpenku ya. Ini adalah gabungan dari pengalamanku dan pengalaman sahabatku. Dan aku pikir, cukup menarik juga sebagai kontrol emosiku...he he he...
Salam dari pojok kisah,
Hari ini ... menjelang akhir tahun, biasanya aku suka merenung sendiri. Dan itu udah aku mulai tadi pagi. Setelah perjalanan singkat naik KRL AC Bintaro-Sudirman bareng sama Bang Rizali, akhirnya kami berpisah di depan stasiun Dukuh Atas. Dia naik Metromini. Aku jalan kaki. Menikmati pagi yang cerah tapi nggak panas.
Aku jalan kaki sendirian, sambil melamun ke sana ke mari. Melamun teman yang 'jauh'...dan melamun yang 'dekat'. Asyiiiik juga...
Lalu kepikiran, kenapa perjalanan itu nggak aku tulis dalam satu Blog tersendiri. Aku bisa lebih bebas berekspresi, bisa dalam bentuk cerpen, bisa juga dalam bentuk puisi - kalau aku lagi kehabisan kata-kata.
Dan tadi di kantor, aku sempat buka-buka file lama. Ada beberapa cerpen yang belum dipublikasi. Aku pikir, karena itu adalah bagian dari perjalanan hidupku, maka akan aku posting di ruang ini. Barangkali ini sisi lain lagi dari diriku. Semua catatanku di masa lalu, yang bahasanya jadul ataupun yang gaul seperti bahasa masa kini bisa mendapat tempat di sini tanpa aku harus merasa sungkan atau terbatas pada koridor birokrasi.
Okelah...nanti setelah makan siang, aku akan posting cerpenku ya. Ini adalah gabungan dari pengalamanku dan pengalaman sahabatku. Dan aku pikir, cukup menarik juga sebagai kontrol emosiku...he he he...
Salam dari pojok kisah,
Ietje

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda